1. Klasifikasi Tanaman Mangga (MANGIFERA INDICA L)
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Sapindales
Family : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica L.
2. Deskripsi Mangifera indica L. (Mangga)
Tanaman mangga tumbuh
berupa pohon, berbatang tegak, bercabang dan banyak ranting berbentuk rindang
dan hijau sepanjang tahun tinggi pohon mangga bisa mencapai 10-14 meter umur
pohon bisa mencapai 100 tahun. Morfologi pohon mangga terdiri atas akar,
batang, daun, bunga, bunga menghasilkan pelok yang secara generatif dapat
tumbuh menjadi tanaman (Pracaya, 2006).
Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak cela-celah kecil dan sisik-sisik
bekas tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya coklat
keabuan, kelabu tua sampai hamper hitam (Wikipedia, 2010).
Tanaman
mangga sendiri berasal dari bahasa
Tamil, yaitu mangas atau mankay. Dalam bahasa botani, mangga disebut Mangifera
indica L. yang berarti tanaman mangga berasal dari India. Dari India, sekitar
abad ke-4 SM, tanaman mangga menyebar ke berbagai negara, yakni melalui
pedagang India yang berkelana ke timur sampai ke Semenanjung Malaysia. Pada
tahun 1400 dan 1450, mangga mulai ditanam dikepulauan Sulu dan Mindanau,
Filipina, di pulau Luzon sekitar tahun 1600, dan di kepulauan Maluku pada tahun
1665 (Pracaya, 2011).
Akar
tunggang pohon mangga sangat penjang, dapat mencapai 6 m dalamnya. Pemanjangan
akar tunggang akan berhenti kalua ujung akar telah mencapai permukaan air
tanah. Sesudah fase perpanjangan akar tunggang berhenti, lalu berbentuk akar
cabang dibawah makin sedikit. Paling banyak akar cabang terdapat pada kedalaman
30-60 cm dibawah permukaan tanah (Pracaya, 2006). Daun Tunggal, dengan letak
tersebar, tanpa daun daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari
1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya
(Wikipedia, 2010). Aturan letak daun pada batang (phylloyaxy) biasanya 3/8,
tetapi makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya
seperti dalam lingkaran (Pracaya, 2006). Helai daun bervariasi namun kebanyakan
berbentuk jorong sampai lanset, 2-10 × 8-40 cm, agak liat seperti kulit, hijau
tua berkilap, berpangkal melancip dengan tepi daun bergelombang dan ujung
meluncip, dengan 12-30 tulang daun skunder. Beberapa variasi bentuk daun mangga
yaitu: lonjong dan ujungnya seperti mata tombak; berbentuk bulat telur,
ujungnya runcing seperti mata tombak; berbentuk segi empat, tetapi ujungnya
runcing; berbentuk segi empat, ujungnya membulat (Wikipedia, 2010). Daun yang
masih muda biasanya bewarna kemerahan, keunguan atau kekuningan; yang di
kemudian hari akan berubah pada bagian permukaan sebelah atas menjadi hijau
mengkilat, sedangkan bagian permukaan bawah berwarna hijau muda. Umur daun bisa
mencapai 1 tahun atau lebih (Wikipedia, 2010).
Buah mangga bisa di
identifikasi berdasarkan ukuran dan bentuk malai, warna bunga, dan tangkai
malai bunga. Bentuk bunga mangga secara umum adalah piramida dengan panjang 12
- 49 cm dan diameter 13 - 40 cm. Panjang bunga mangga arumanis dapat mencapai12
- 49 cm dengan diameter 10 - 43 cm. keragaman ukuran bunga mangga tersebut
kemungkinan disebabkan oleh iklim, Teknik budidaya, dan kondisi pohon yang
berbeda. Faktor ± faktor tersebut juga berpengaruh terhadap mekarnya bunga
(Broto, 2003).
Bunga
mangga yang berbentuk malai terbentuk dari ranting terminal terdiri atas
beberaparibu individu bunga. Dalam satu malai terdapat bunga sempurna dan bunga
Jantan dengan proporsi 1:4 sampai 1:2. Struktur bunga jantan terdiri atas
tangkai bunga, kelopak, mahkota, filamen (terdiri atas 5 buah dengan ukuran
panjang yang berbeda, filamen yang panjang mempunyai serbuk sari subur
sedangkan filamen yang pendek serbuk sarinya tidak subur), kepala sari (terdiri
atas kantong dan serbuk sari), dan dasar bunga. Bunga sempurna terdiri atas
tangkai bunga, kelopak, mahkota, tangkai putik, ovari (bakal buah), dan dasar
bunga (Sukarmin et al., 2008).
Manfaat
daun dan buah mangga memiliki sejumlah khasiat yang menjanjikan bagi Kesehatan
tubuh manusia. Daun mangga, selain menjadi elemen kahaas dalam kuliner, juga
memiliki sejumlah manfaat yang signifikan. Pertama, daun mangga diyakini dapat
membantu mengatasi diabetes dengn mengatur kadar gula darah. Daun mangga ini
juga diketahui mampu menurunkan tekanan darah, sehingga bermanfaat bagi mereka
yang mengalami hipertensi. Kandungan pada daun mangga juga diyakini dapat
mengurangi keceasan, serta membantu mengatasi masalah batu ginjal dan gangguan
pernapasan seperti disentri.

Komentar
Posting Komentar